Kamis, 14 Januari 2016

TIPS AGAR MOBIL LEBIH IRIT

TIPS AGAR MOBIL LEBIH IRIT
            Seperti halnya kendaraan yang lain, mobil pun memerlukan bahan bakar. Bahkan mungkin, bahan bakar yang diperlukan oleh mobil ini jauh lebih banyak daripada yang lain. Bila kini banyaknya pengguna mobil yang sering mengisi bahan bakar akibat boros dalam penggunaannya, maka pengguna kendaraan yang lain mungkin akan kecewa. Karena mereka pun memiliki hak yang sama dalam memperoleh bahan bakar.
            Oleh sebab itulah, bagi Anda pengguna mobil, cobalah menghemat dalam penggunaan bahan bakar. Selain kini harga BBM telah meningkat, ketersediaan bahan bakar pun akan cepat habis bila sering digunakan. Hingga kita akan sulit untuk menemukan bahan bakar lainnya.
            Cara yang baik dalam berkendara ialah mengemudi secara hemat agar konsumsi BBM mobil tidak terlampau tinggi. Berikut ada beberapa tips agar mobil pribadi Anda hemat bahan bakar.
1. Kurangi penggunaan mobil Anda
            Tahukah Anda bahwa kendaraan lebih boros dan lebih mengeluarkan lebih banyak polusi pada saat dinyalakan dan dikendarai dengan jarak yang pendek. Alasannya, bahwa catalytic converter (yang mengurangi emisi polusi udara) tidak beroperasi dengan baik sampai mesin benar-benar hangat. Nah, perjalanan kurang dari 5 Km umumnya tidak memungkinkan mesin untuk mencapai suhu operasi puncaknya.
            Oleh sebab itu, hindarilah menggunakan mobil ketika Anda hendak menempuh perjalanan dengan jarak pendek. Gunakan sepeda atau bahkan jalan kaki, yang jelas memberikan manfaat pada kebugaran Anda.
2. Jangan panasi mobil terlalu lama
            Kebiasaan pengendara di Indonesia adalah mereka selalu menghidupkan mesin untuk beberapa saat sebelum menggunakan mobil mereka. Kegiatan ini, memang diperlukan bagi kendaraan keluaran lama, namun sudah bisa ditinggalkan di jenis kendaraan keluaran terbaru.
            Kegiatan yang umum disebut memanaskan mesin mobil ini sendiri bisa menjadi salah satu penyebab bahan bakar terkuras dari tangkinya. Hal ini bisa terjadi jika pengguna memanasi mobil terlalu lama atau dengan menginjak pedal gas dalam-dalam.
3. Atur putaran mesin
            Ketika sudah mengendarai mobil, ketangkasan pengemudilah yang menjadi penentu irit atau borosnya sebuah kendaraan mereka. Salah satu cara efektif untuk menghemat konsumsi BBM saat berada di jalan adalah dengan mengatur putaran mesin dengan memasukkan gear di saat yang tepat. Melaju dengan putaran mesin terlalu tinggi atau rendah secara konstan tentu akan membuat konsumsi bahan bakar jadi mengucur deras. Putaran mesin ideal saat berkendara adalah sekitar 3.000 rpm.


4. Kendarai mobil dengan gigi yang tepat
            Mengendarai mobil dengan gigi rendah akan membuat mobil Anda menjadi lebih boros bahan bakar. Sementara membiarkan mobil Anda berada pada top gear ketika melintasi kawasan berbukit/menanjak juga menghambur-hamburkan bahan bakar yang ada di dalam tangki mobil.
            Jika mobil Anda bertransmisi manual, segera pindahkan gigi setelah mobil nyaman dengan gigi yang lebih tinggi, tapi tanpa berakselerasi berlebihan pula.
5. Berkendaralah dengan halus
            Upayakan untuk mengemudi dengan kecepatan yang konstan karena mobil akan jauh lebih efisien dan sedikit mengeluarkan polusi. Hindari berpergian pada jam-jam sibuk dan hindari pula jalanan-jalanan yang padat.
            Semakin sering Anda menginjak pedal gas, maka semakin banyak pula bensin yang berkurang. Kendarai mobil dengan jarak yang pas dengan kendaraan lain di depan Anda, sehingga Anda bisa mengantisipasi jika mobil itu berubah arah secara tiba-tiba.
6. Hindari membawa barang-barang yang berat
            Untuk dapat lebih meminimalkan penggunaan bahan bakar pada mobil tersebut. Sebaiknya hindari dari membawa muatan yang berlebihan agar ini tidak berefek pada penggunaan bahan bakar yang lebih tinggi. Seperti juga menggunakan roof rack di atas mobil tersebut, juga dapat meningkatkan hambatan angin yang lebih tinggi disekitarnya.

Selamat mencoba J

Rabu, 13 Januari 2016

SUSANO’O

SUSANO’O
            Susanoo adalah makhluk raksasa yang terbuat dari pengguna Chakra yang mengelilingi mereka. Ini adalah kemampuan terkuat yang dimiliki pada orang yang dapat membangkitkan Mangekyo Sharingan dan bahkan merupakan yang paling langka untuk mencapai. 
Susanoo merupakan salah satu jutsu terkuat dari klan Uchiha. Kekuatan ini akan muncul jika kedua mata Mangekyou Sharingan diaktifkan. Diketahui ada 6 Shinobi yang mampu membangkitkan Susanoo. Mereka adalah :

1. Indra

Dia adalah leluhur dari klan Uchiha. Merupakan shinobi pertama yang membangkitkan Susanoo.

2. Madara Uchiha









Teman sekaligus saingan dari Hashirama Senju ini adalah dedengkot para pembelot Uchiha. Susanoo miliknya terlihat unik karena dalam salah satu form-nya sempat menggunakan senjata yang terlihat menyerupai sebuah keris.

3. Itachi Uchiha

Kekuatan Susanoo pertama kali diperlihatkan ketika Itachi melawan Sasuke. Susanoo melindungi Itachi dari serangan Raikiri Sasuke kemudian menyegel Orochimaru yang berada di dalam tubuh Sasuke dengan menggunakan Pedang Totsuka.

4. Sasuke Uchiha

Setelah berhasil membunuh Itachi, Mangekyou Sharingan milik Sasuke pun bangkit. Seiring dengan kebangkitan kedua mangekyou Sharingannya, Sasuke pun berhasil membangkitkan Susanoo.

5. Hatake Kakashi

Merupakan satu-satunya Shinobi Non Uchiha yang mempu membangkitkan Mangekyou Sharingan, bahkan Susanoo. Setelah mendapatkan kedua mata Mangekyou Sharingan dari Obito Uchiha, tiba-tiba dengan sangat mengejutkan Kakashi berhasil membangkitkan Susanoo saat melawan Kaguya Ootsuki.

6. Shisui Uchiha

Susanoo milik Shisui didesain khusus oleh Masashi Kishimoto untuk game Naruto Shippuden : Ultimate Ninja Storm Revolution. Sementara dalam Anime dan Manga sejauh ini saya tidak menemukan keberadaannya.


PERATURAN DALAM BOLA BASKET

PERATURAN DALAM BOLA BASKET

            Permainan bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup. Selain itu, permainan bola basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3 posisi utama dalam bermain basket, yaitu : 1. Forward, pemain yang tugas utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2. Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain lawan kesulitan memasukkan bola, dan 3. Playmaker, pemain yang menjadi tokoh kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh rekan-rekan setimnya.

            Selain itu ada peraturan bola basket yang wajib diketahui , agar pertandingan atau permainan bola basket berjalan seperti yang diharapkan :

1.      Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.      Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.      Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.      Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.      Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.      Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7.      Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8.      Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9.      Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10.  Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11.  Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12.  Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit.
13.  Pihak yang berhasil memasukkan bola ke ring terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Dan itulah peraturan utama yang ada di dalam pertandingan bola basket.

                                                           

TIPS MENGEMUDI DI TANJAKAN DENGAN MOBIL MATIC

TIPS MENGEMUDI DI TANJAKAN DENGAN MOBIL MATIC


            Alasan utama mengapa mobil matik mulai laris digunakan adalah soal kepraktisannya dalam dikendarai, apalagi untuk di jalanan perkotaan yang sering macet. Jika menggunakan mobil bertransmisi manual ketika sedang macet, tentu saja kaki akan cepat pegal karena sering menginjak kopling.matic memang lebih efisien dan praktis dimana sang pengemudi dapat lebih santai karena tidak terlalu memainkan kopling dan perseneling. Berikut adalah tips untuk mobil matic di jalan menanjak :
·         Posisi perseneling “D” atau “D3” digunakan dalam jalanan mendatar danjalanan  menanjak seperti fly over. Akan tetapi posisi “D” bila dijalanan agak menanjak dan tidak memiliki ancang –ancang , posisi “D” akan terlalu berat untuk digunakan.
·         Posisi “2” lebih cocok untuk digunakan dijalanan agak menanjak. Jika anda diposisi “D” atau “D3” anda bisa langsung pindah ke posisi “2”. Posisi “2” juga dapat digunakan ketika posisi menanjak dan membawa banyak penumpang atau bawa banyak barang.
·         Posisi “L” pada mobil matic sama dengan posisi 1 pada mobil manual. Posisi ini juga digunakan pada tanjakan yang sangat curam paa saat jalanan macat atau padat merayap.
                       

Tips : Yang perlu diperhatikan adalah ketika akan berpindah dari posisi “D” ke posisi “2” atau “L” ketika mobil sedang melaju, Anda tidak boleh menginjak rem terlalu dalam, bahkan tidak perlu menginjak rem sama sekali, tapi Anda harus menekan tombol yang ada di tuas persneling untuk dapat memindahkan gigi. 

TIPS MENGEMUDI DI TANJAKAN DENGAN MOBIL MANUAL

TIPS MENGEMUDI DI TANJAKAN DENGAN MOBIL MANUAL



            Salah satu ketakutan para pengemudi pemula adalah pada saat sampai di area tanjakan. Perasaan takut , grogi dan sebagainya datang menghampiri.  Dan karena itu para pengemudi pemula lebih memilih mobil matic dibandingkan mobil manual. Tapi mobil manual memiliki beberapa beberapa keuntungan yaitu lebih sigap di tanjakan dan lebih hemat bahan bakar dibandingkan mobil matic. Berikut adalah Tips cara mengemudi di tanjakan dengan menggunakan mobil manual :
A.      Menggunakan rem kaki
1.      Posisikan kaki kanan menginjak rem , dan kaki kiri menginjak kopling dan masukkan posisi perseneling ke gigi 1.
2.      Pindahkan kaki kanan ke pedal gas dan kaki kiri lepaskan kopling perlahan – lahan.
Tips penting : usahakan perhatikan pedal kopling , karena pedal kopling memiliki setelan yang berbeda – beda , ada yang baru jalan ketika kopling dileps ½ injakan dan ada juga ¼ injakan
B.      Menggunakan rem tangan
1.      Posisikan kaki kanan stand-by di pedal pegas dan kaki kiri menginjak kopling secara full.
2.      Posisikan perseneling ke gigi 1 , dan tangan kiri siap melepas perlahan rem tangan.
3.      Untuk memulainya , lepaskan kopling dan injak pedal gas perlahan.
4.      Turunkan rem tangan perlahan – lahan.
5.      Pada saat mobil berjalan , pastikan rem tangan sudah tidak aktif

Tips penting : singkronkan antara tangan melepas rem tangan dan kaki kiri melepas pedal kopling

Rabu, 06 Januari 2016

Dampak Ilmu Pengetahuan Teknologi terhadap Kemiskinan

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KEMISKINAN
 ILMU SOSIAL DASAR



 Disusun Oleh :
NAMA : Farrasta Khoirunnas Saum
NPM : 52415535
KELAS : 1IA12

 FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS GUNADARMA





KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, karunia serta nikmat-Nya kepada kita semua khususnya pada diri penulis sehingga penulisan makalah ini telah diselesaikan. Sholawat serta salam tak lupa pula kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa menjaga dan melaksanakan perintah agama sebagaiman Rasul memberikan pengajaran kepada umatnya, yang semata-mata adalah memberikan cahaya islam kedalam kehidupan manusia.

            Penulis menyadari sepenuhnya dalam penulisan makalah tanpa bantuan dari berbagi pihak tidak akan terselesaikan, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-satu dalam membantu penyelesaian makalah ini. Selain itu penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan ataupun kekeliruan dari berbagai segi, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik, saran serta masukan yang bersifat membangun dari pembaca agar kedepannya bisa lebih baik lagi.


Penulis, 7 September 2014




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………..................... 2
DAFTAR ISI …………………………………........................................ 3
BAB I ( PENDAHULUAN)………………………………………………… 4
A.  LATAR BELAKANG…………………………………………………....4
B.  RUMUSAN MASALAH………………………………………………...5
C. TUJUAN .......................................................................................5
BAB II ( KAJIAN PUSTAKA )……………………………………………...7
A.  ILMU PENGETAHUAN………………………………………………...7
B.  TEKNOLOGI…………………………………………………………....9
C.  KEMISKINAN……………………………………………………..........10
D. KEMAKMURAN ………………………………….............................. 11
BAB III ( STUDY KASUS/ PEMBAHASAN )…………………….............13
BAB IV ( PENUTUP ) ……………………………………........................17
A.    ANALISA……………………………………………………………….17
B.     SOLUSI………………………………………………………………..17
C.    KESIMPULAN………………………………………………………....18
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………20




BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah dua hal yang tak akan pernah bisa terlepaskan dari kehidupan manusia. Apalagi, abad 21 ini adalah era globalisasi dimana hampir semua kegiatan manusia menggunakan sistem teknologi. Yang mana perkembangan teknologi sangatlah pesat, dalam hal ini teknologi sangat berpengaruh di kehidupan sosial kita. Apalagi jika kita amati lebih jauh,  IPTEK sangat berpengaruh pada kehidupan sosial.
Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyonsong masa depan, sudah diberi kepercayaan yang mendalam. Dia dapat mempermudah kegiatan manusia, meskipun mempunyai dampak sosial yang muncul sering lebih penting artinya daripada kehebatan teknologi itu. Kita misalkan saja manusia yang bisa memanfaatkan IPTEK maka akan memiliki status pendidikan yang tinggi. Oleh karena itu orang yang berpendidikan tinggi identik dengan status sosial yang tinggi. jika status sosial seseorang tinggi maka tingkat kemakmurannya juga akan tinggi pula. Untuk itulah jika diamati dengan seksama maka terdapat hubungan yang sangat kuat antara IPTEK dengan kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan masyarakat maka akan meliputi kemakmuran dan kemiskinan. Bilamana masyarakat bisa makmur apabila berhasil mengikuti dan menggunakan perkembangan IPTEK maka masyarakat tersebut termasuk masyarakat yang sejahterah, dan sebaliknya, masyarakat yang tidak dapat mengikuti IPTEK dengan baik maka terjadi kemiskinan.

Kemiskinan sendiri merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi fundamental dari cita-cita masyarakat adil dan makmur. Berbicara tentang kemiskinan akan menghadapkan kita pada persoalan lain, seperti persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok, posisi manusia dalam lingkungan sosial dan persoalan yang lebih jauh, bagaimana ilmu pengetahuan (ekonomi) dan teknologi memanfaatkan sumber daya alam untuk mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat.

Kemiskinan memang menjadi masalah yang serius dalam menghadang kemajuan IPTEK. Hal ini disebabkan, masyarakat miskin dipastikan tidak akan bisa menikmati kemajuan teknologi. Malah yang terjadi masyarakat miskin akan menghambat perkembangan teknologi. Bukan hanya itu saja, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan dampak dalam sektor ekonomi sehingga masyarakat akan terseleksi dan membuat mereka menjadi miskin ketika dampak IPTEK mulai merajarela.

Untuk itulah, perlu adanya pemahaman yang mendalam antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan kemiskinan serta kemakmuran masyarakat sehingga ada kemungkinan muncul sebuah kesalahan persepsi mengenai IPTEK yang sangat erat kaitannya dengan kemunculan kemiskinan yang terus berkelanjutan.

B.       Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan?
2.    Apa hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan?
3.    Bagaimana dampak Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terhadap kemakmuran masyarakat?
4.    Bagaimana cara Mengoptimalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk kemakmuran masyarakat?

C.  Tujuan
1.    Mengetahui definisi dan maksud dari Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
2.    Mengetahui hubungan antara Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
3.    Memahami dampak Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terhadap kemakmuran masyarakat
4.    Memahami cara optimalkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk kemakmuran masyarakat



BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.      Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan berasal dari dua kata, yaitu “ilmu” dan “pengetahuan” yang memiliki arti tersendiri. Keseluruhannya telah lama dipersoalkan oleh ahli filsafat seperti socrates, plato, dan aristoteles dimana teori ilmu pengetahuan merupakan cabang atau sistem filsafat. Oleh J.P Farrier dalam institutes of metaphiscs (1854), pemikiran tentang teori pengetahuan itu disebut ”epistemologi” (epistem=pengetahuan, logos=pembicaraan/ilmu).

Menurut immanuel kant pengetahuan merupakan persatuan budi dan pengalaman. dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan di peroleh sumbe-sumber pengetahuan berupa ide, kenyatan, kegiatan akal-budi, pengalaman, sentesis budi atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.

Untuk membuktikan apakah isi pengetahuan itu benar,perlu berpangkal pada teori-teori kebenaran pengetahuan. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan dalil,dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil(proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu.kedua, pengetahuan itu benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan, bahwa pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekuensi praktis dalam diri yang mempunyai pengetahuan itu.

Banyaknya teori dan pendapat tentang pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan sebab, membuat suatu definisi dari definisi ilmu pengetahuan yang dikalangan ilmuan sendiri sudah ada keseragaman pendapat, Hanya akan merangkap dalam tautologies (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan pleonasme atau mubazir saja.

Dalam penerapan sebuah ilmu pengetahuan akan memunculkan sebuah hambatan sosial. Hal ini disebabkan, pola pikir ilmiah tidak mempertimbangkan nilai moral dan dampak terhadap sosial ekonomi.Sebab manusia tidak selalu sadar dengan hal ini,dan manusia yang paling sederhanapun hanya sedikit peduli terhadap sosial ekonomi. 

Contoh sederhana tapi mendalam  terjadi pada masyarakat mistis. Dalam masyarakat tersebut ada kesatuan dari pengetahuan (mitis ) dan perbuatan (sosial), demikian pula hubungan  sosial di dalam suku dan kewajiban individu sudah terang, argumen ontologis, kalau meminjam teori plato berteori tentang wujud dan hakikat yang ada. Keadaan sekarang sudah berkambang sehingga manusia sudah mampu  membedakan antara ilmu pengetahuan(kebenaran)  dan ilmu etika(kebaikan). Maka yang pertama dipentingkan  bukan “apa” melainkan “bagaimana” dapat menghubungkan ilmu  pengetahuan dengan etika  dalam suatu sikap yang dapat dipertanggung jawabkan.

Alasan lain untuk mengintegrasikan kedua bidang tersebut ialah karena dalam perkembangan-perkembangan ilmu modern, pengetahuan manusia telah mencapai lingkupnya yang paling luas, dimulai dengan pikiran  antologis, kemudian gauli, rahasia-rahasianya dimanfaatkan bagi manusia. Timbul kesan seolah- olah pengetahuan ilmiah merupakan suatu tujuan tersendiri (ilmu demi ilmu). Bahkan ada ilmu pengetahuan murni, jadi lepas  dari apa yang ada di luar ruang lingkup ilmu, lepas dari masyarakat dan hidup sehari-hari. Di sini manusia  berhadapn dengan pertanyaan –pertanyaan mengenali kebaikan dan kejahatan, kesadaran politik, nilai-nilai religius, dan sebagainya. Oleh pandangan ini kaidah etis etis beserta lain-lainnya di cap sebagai sosial akstra ilmiah (diluar dibidang ilmu).

Sekarang tidak dapat netral  dan bersikap netral lagi terhadap ilmu penyelidikan ilmiah. Karena manusia hidup dalam suatu dunia, hasil ilmu pengetahuan dapat membawa pada malapetaka yang belum pernah kita bayangkan sehingga perlu etika ilmu pengetahuan sebagai satu-satunya jalan keluar. Lebih lanjut diakui oleh filsafat modern, bahwa manusia dalam pekerjaan ilmiahnya  tidak hanya bekerja dengan akal budinya, melainkan dengan seluruh eksitensinya, dengan seluruh keadaannya, dengan hatinya, dengan panca inderanya  sehingga manusia, dalam mengambil keputusannya, membuat pilihannya terlebih dahulu, mendapapat pertimbangannya terlebih dahulu, mendapat pertimbangan dengan pengajaran agama, dan nialai-nilai atau norma kesusilaan. Konteks ilmu dengan ajaran agama dalam rangka meeningkatkan ilmuan itu sendiri sejajar dengan orang-orang yang beriman pada derajat yang tinggi, sebagai pemegang alamat  dan akan tetap memperoleh pahala.

B.       Teknologi
Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Kata yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.

Sampai pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses, dan ide disamping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti itu berjalan terus   sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi sebagai sarana atau aktifitas yang dengannya manusia berusaha mengubah dan menangani lingkungan. Ini merupakan suatu pengertian yang sangat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun kultural tergolong suatu teknologi.

Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana kalau teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi/sebagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya.

Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

C.      Kemiskinan
Menurut Petirin A. Sorokin, bahwa stratifikasi soisal ( social stratification ) adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat ( secara hierarakis ). Perwujudannya adalah adanya kela-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah. Selanjutnya Sorokin menjelaskan bahwa dasar dan inti lapisan-lapisan dalam masyarakat adalah karena tidak ada keseimbangan dalam pembagian hak-hak dan kewajiban-kewajiban, kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab nilai-nilai sosial dan pengaruhnya diantara anggota-anggota masyarakat. Lapisan-lapisan ini dalam masyarakat itu ada sejak manusia mengenal kehidupan bersama dalam masyarakat. Mula-mula lapisan-lapisan didasarkan pada pembedaan jenis kelamin, perbedaan antara pemimpin dan yg dipimpin, pembagian kerja dan sebagainya. Semakin kompleks dan majunya pengetahuan dan teknologi dalam masyarakat, maka system lapisan-lapisan dalam masyarkat akan semakin kompleks pula.

Kemiskinan menurut Kantor Menteri Negara Kependudukan/ BKKBN  adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri dengan taraf kehidupan yang dimiliki dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya untuk memenuhi kebutuhannya.

Kemiskinan memang merupakan sebuah dampak negatif dari sebuah perkembangan IPTEK yang semakin pesat tanpa di iringi dengan ekonomi yang mumpuni, sehingga menimbulkan kaum miskin yang tertinggal akan IPTEK. Hal ini bisa terlihat dengan penggantian tenaga manusia menjadi tenaga robotic pada perusahaan sebagai dampak dari perkembangan IPTEK, tanpa di iringi dengan pemikiran terhadap kaum buruh yang miskin. Hal ini tentu saja membuat mereka menjadi kalah atau tersingkir akibat dari kemajuan IPTEK.

D. KEMAKMURAN
Membicarakan mengenai masalah kemakmuran, tentu yang pertama kali terlintas dalam benak adalah mengarah kepada segi keuangan atau kemapanan hidup seseorang. Secara mendasar kemakmuran dilihat dari sudut pandang ilmu ekonomi memiliki definisi sebagai situasi dimana kebutuhan bisa terpenuhi. Kebutuhan disini mencakup kebutuhan batin dan kebutuhan lahir, bisa dari sandang, papan, dan pangan. Kemudian meluas akan kebutuhan rasa nyaman, percaya, dan kepedulian sesama untuk saling membantu.

Secara umum kemakmuran memiliki kriteria sebagai berikut :
- Terpenuhinya kebutuhan pokok (primer), berupa sandang, pangan, dan papan.
- Mampu mnjangkau kebutuhan sekunder maupun tersier dengan mudah.
- Tidak memiliki tekanan batin, sehingga pikiran ringan.
- Memiliki orang yang menjadi tempat kepercayaan.
- Tidak kesulitan mengatur waktu, tenaga, maupun finansial.
- Tercukupinya kebutuhan diri akan rekreasi dan menjalankan hobi.
Melihat kriteria tersebut, tentunya akan langsung mengacu pada kemapanan dari segi finansial seseorang. Orang dengan keuangan yang melimpah cenderung mampu mendapatkan apapun yang diinginkan.

Namun pada kenyataannya, berdasarkan studi diketahui bahwa orang yang mapan dari segi finansial masih bisa dikatakan belum makmur. Hal ini terjadi karena adanya beban baru terhadap kondisi sosial seseorang, bisa karena penyakit, pendamping hidup, maupun orang sekitar yang sulit diberikan amanah (kepercayaan). Orang yang cenderung mencintai uang seolah hidup hanya untuk bersenang-senang di dunia, sehingga beberapa orang justru tidak terpenuhi kebutuhan batin. Seperti kebutuhan kasih dan sayang dari keluarga maupun orang terdekat lainnya. Hal ini tentunya masih belum bisa dikatakan makmur, apabila kebutuhan batin tidak mampu terpenuhi.

Berbicara mengenai kemakmuran akan lebih bijak apabila standart kemakmuran tersebut disesuaikan dengan kondisi diri sendiri. Sebab rasa cukup, bahagia, dan perasaan damai lainnya diciptakan oleh diri sendiri bukan oleh orang lain dan lingkungan. Sehingga memiliki filosofi, selalu melihat ke bawah dan jangan melihat ke atas, akan membantu mendapatkan kemakmuran lahir maupun batin. Sebab kebutuhan sandang, pangan, maupun papan tentunya tidak perlu terlalu mewah, dalam kadar secukupnya saja. Semakin besar pasak maka diperlukan tiang yang semakin besar pula, sehingga mengatur pengeluaran dari berapapun pendapatan maka kita sudah makmur secara lahir.



BAB III
STUDY KASUS

Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan merupakan dua masalah besar dibanyak negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Di mana negara ini, jumlah penduduk miskin tergolong paling banyak. Hal ini juga di sebabkan teknologi dan ilmu pengetahuan negara ini jauh tertinggal dari negara-negara lain di dunia.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya meliputi: 
Pertama,gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Kedua, gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Ketiga, gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.

Hubungan IPTEK dengan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.

Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.

 Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian-bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisah-pisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka nasional seperti kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Semuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis. sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir kreatif dan memulai membuka suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Dampak IPTEK terhadap Kemakmuran Masyarakat
Keadaan umat manusia kini sangat berbeda dengan peradaban zaman dulu, misalnya peradaban Mesir Kuno, Yunani Kuno, Romawi atau peradaban di daratan Cina. Faktor utama yang menyebabkan perbedaan itu ialah pertumbuhan penduduk, sains dan teknologi. Sains teknologi membawa kemudahan, kemakmuran dan kenyamanan, sedangkan teknologi komunikasi membuat interdepensi secara global yang semakin meningkat.
Namun begitu, sains teknologi juga membawa segi-segi yang negatif. Salah satunya adalah perkembangan dunia akhir-akhir ini yang menunjukkan kecenderungan yang sangat memprihatinkan akibat kesalahan dalam pemanfaatan kamajuan sains dan teknologi.
Sebagaimana kita ketahui, di papua terjadi penambangan besar besaran bahan tambang yang di pelopori oleh Freeport dengan menggunakan teknologi canggihnya. Di lansir dari majalahtambang.com disebutkan bahwa keuntungan PT Freeport Indonesia yang sahamnya 90% dipegang asing(pihak Amarika) mendapat keuntungan lebih dari 400 Triliyun rupiah. Ini berbanding terbalik dengan para pekerja papua di PT Freeport yang masih memiliki latar belakang ekonomi menengah kebawah yang tidak bisa menikmati hasil dari kemajuan teknologi (penambangan papua yang menggunakan teknologi penambangan canggih sehingga hasil tambang dengan mudah di dapatkan). Bahkan, sisa atau bekas tambang PT Freeport telah membuat pulau papua menjadi rusak wilayah hutannya di akibatkan pengrusakan untuk percepat penambangan di pulau papua. Sehingga ini menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat merusak alam dan tidak semua masyarakat bisa merasakan manfaat dari perkembangan teknologi yang sedang berkembang. Namun, berbeda bagi mereka yang menjadi bos bos di freeport yang secara langsung mendapatkan keuntungan atau manfaat dari perkembangan IPTEK di dalam bidang pertambangan.
Optimalkan IPTEK untuk kemakmuran masyarakat
Ibaratkan sebuah pedang bermata pisau, itulah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Apabila di gunakan dengan optimal serta menggunakannya dengan baik maka akan membuat masyarakat menjadi makmur, menjadikan masyarakat lebih maju. Dengan begitu IPTEK akan memajukan masyarakat dari berbagai sektor. Misalkan saja dari sektor ekonomi dengan penemuan teknologi untuk mempercepat hasil pertanian yang membuat keuntungan masyarakat bertambah. Dari sektor sosial, jika IPTEK dapat di optimalkan dengan baik maka setiap masyarakat akan memiliki kelas sosial yang lebih tinggi sehingga akan bisa lebih dihormati oleh orang lain.

Penggunaan IPTEK juga harus di sesuaikan dengan berbagai faktor yang ada sehingga tidak bertentangan juga dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman antara masyarakat dari golongan pemakai IPTEK dengan masyarakat yang belum terlalu memakai IPTEK dalam kehidupan mereka.



BAB IV
PENUTUP

A.      Analisa
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan banyak dampak yang serius terhadap kemiskinan dan kemakmuran suatu masyarat. Ibarat dua mata pisau, IPTEK akan memberikan dampak positif dan negatif bagi sebagian orang. Bahkan ada pepatah yang mengatakan :

“siapa yang menguasai teknologi, maka dia yang menguasai dunia”

Maksud dari pepatah di atas adalah siapapun orang yang dapat memanfaatkan adanya teknologi dalam berbagai bidang kehidupan, maka derajat orang tersebut akan berada di atas,dan dapat melakukan apapun sesuai dengan kehendaknya demi tercapai apa yang yang diinginkan orang tersebut. Dalam perkembangannya iptek mulai dimanfaatkan dan diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Misalnya dalam bidang kesehatan, teknologi, perhubungan dan arsitektur, industri, dll Adapun dalam pemanfaatan dan penerapannya iptek berdampak negatif dan positif. Dampak positifnya, iptek dapat dimanfaatkan dan diteterapkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran manusia. Namun dampak negatifnya, akan berpengaruh besar dalam kelangsungan hidup manusia itu sendiri, ujung dari dampak negatif penerapan teknologi adalah kemiskinan. Dampak negatif tersebut akan berujung pada kemiskinan, apabila manusia tidak mampu mencari dan menemukan pemecahan permasalahan yang timbul. Berikut adalah dampak negatif dari perkembangan, pemanfaatan dan penerapan iptek dalam kehidupan manusia yang saling terkait dan berujung pada masalah kemiskinan
B.       Solusi
Kemiskinan di negeri ini hanya bisa diatasi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini ada dua segi yaitu dari pemerintah dan masyarakat. Dari segi pemerintah yaitu; pemerintah sepenuhnya menangani bidang produksi pertanian dan peternakan, pemerintah memperbanyak atau meningkatkan mutu dalam pemberdayaan sumber daya manusia (SDA), pemerintah membangun Infrastruktur dengan teknologi yang mampu memangkas biaya pegeluaran negara, misalkan saja pemerintah segera membangun sumber energy nuklir (PLTN). Sedangkan dari segi masyarakat; masyarakat agar peduli dengan pendidikan dengan memperhatikan lembaga swadaya masyarakat dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDA), masyarakat diharapkan meningkatkan produksi pertaniannya dengan basis teknologi yang dianjurkan oleh pemerintah, serta memperhatikan penuh dalam penyelenggaraan perencanaan PLTN.

IPTEK memang merupakan dua mata pisau. Sehingga harus di manfaatkan dengan hati hati. Karena jika tidak terjadi, masyarakat miskin akan menjadi lebih miskin lagi dan masyarakat golongan menengah keatas akan semakin kaya dengan mendapatkan pundi-pundi keuntungan dari pemanfaatan IPTEK tanpa memikirkan masyarakat miskin. Bahkan yang miskin akan tersingkirkan dan menjadi masyarakat buangan karena selain tidak bisa memanfaatkan IPTEK tetapi juga tidak bisa merasakan bagaimana IPTEK telah tumbuh dan berkembang dengan cepat.

C.      Kesimpulan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat erat kaitannya dengan kemiskinan. Terutama dalam perkembangannya yang semakin pesat dari tahun ke tahun. Masyarakat mau tidak mau harus mengikuti perkembangan yang ada demi kemudahannya dalam beraktifitas, tetapi faktor penybaran perekonomian yang tidak merata menyababkan hal-hal yang ingin dicapai tidak dapat berjalan dengan maksimal.

Hanya kalangan ekonomi menengah keatas atau kaum yang tergolong makmur yang bisa merasakan dari perkembangan IPTEK yang saat ini berkembang dnegan pesat. Sebaliknya, kaum miskin akan semakin tersingkir dengan IPTEK yang semakin maju.

Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan adalah sesuatu yang bertentangan. Teknologi diciptakan oleh manusia demi kesejahteraan umat manusia dan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan arti menciptakan, mencari kesenangan manusia, melindungi dari malapetaka, kelaparan, melindungi dari bahaya kekejaman alam serta memenuhi kebutuhan pokok manusia.Ilmu pengetahuan, teknologi serta kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai IPTEK maka ia akan berkembang mengikuti era globalisasi yang sudah modern ini. Dan bagi siapa saja yang tidak menguasai IPTEK maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini.Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang tertinggal dan tidak menguasai IPTEK maka mungkin saja masyarakat masih terpuruk dalam kemiskinan karena mereka masih menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan tidak efektif dan efisien lagi dizaman ini.





DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani. Sosiologi, skematika, teori, dan terapan. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Ace, Partadireja. (1981). Ekonomik Etik, pada pengukuran Guru Besar  Ekonomi  Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Ritzer, George. sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda.
Rosyidi, Suherman.(2006).Pengantar Teori Ekonomi.Jakarta:PT Raja Grafindo
Persada.
Netltjie, Harmawan.(1996).MKDU Ilmu Sosial Dasar. Malang : Gunadarma 
Sagir,Soeharsono.(2009).Kapita Selekta Ekonomi Indonesia. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
http://cardcaptor-dyah39.blogspot.com/2011/11/tema-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan.html
http://arsenal-holic.blogspot.com/2012/12/tugas-8-isd-ilmu-pengetahuan-tekhnologi.html