TELEPORTASI
Teleportasi adalah pengalihan materi dari satu titik ke titik lain,
kurang lebih instan, mirip dengan konsep apport,
kata yang sebelumnya digunakan dalam konteks spiritualisme. Teleportasi
digunakan secara luas dalam karya fiksi ilmiah dan fantasi.Kata ini teleportasi diciptakan pada tahun 1931
oleh penulis Amerika Charles Fort untuk menggambarkan penghilangan aneh dan
penampilan dari anomali, yang ia menyarankan agar dapat menggabungkan, Ia
menggabungkan dengan Yunani pada awalan tele - (berarti jauh) dan bahasa latin
verba portare (yang berarti membawa). formal
menggunakan pertama Fort kata itu dalam bab kedua dari buku 1931, Lo! :
"Sebagian besar dalam buku ini saya akan mengkhususkan diri pada indikasi
bahwa ada sebuah kekuatan transportory yang saya sebut Teleportasi." Fort
menambahkan "aku akan dituduh telah terletak dirakit, benang, hoaks , dan
takhayul .. Untuk beberapa derajat Saya kira begitu diriku Untuk tingkat
tertentu, aku tidak. Saya menawarkan data . menyarankan Fort teleportasi yang
mungkin dapat menjelaskan berbagai diduga paranormal fenomena, meskipun sulit
untuk mengatakan apakah Fort mengambil sendiri "teori" serius atau
malah digunakan untuk menunjukkan apa yang dia lihat sebagai kekurangan ilmu
pengetahuan mainstream ke account untuk fenomena aneh. lubang milik Romzi
adalah hipotetis pintas melalui ruang dan waktu, yang diusulkan untuk
memungkinkan transit yang tidak secara lokal lebih cepat dari cahaya (sehingga
menghemat sesuai dengan ilmu pengetahuan diterima) tetapi tetap memungkinkan
transportasi instan dekat antara titik yang berpotensi banyak cahaya-tahun
terpisah. Kadang-kadang fiksi memungkinkan pasang lubang cacing untuk dibuat
yang memungkinkan transportasi cepat di antara mereka, tetapi "jauh
akhir" dari lubang cacing masih harus diangkut pada kecepatan cahaya sub
sesuai dengan hukum fisika normal. Dalam fiksi lebih esoteris, maka lubang
cacing bahkan dapat menghubungkan alam semesta sama sekali berbeda. Mekanisme
tersebut juga dapat digunakan dalam teori tentang perjalanan waktu. Jenis
topologi pintas akan menghilangkan keberatan untuk teleportasi pada agama atau
filsafat dasar, karena mereka mempertahankan asli subjek utuh dan tidak
menimbulkan efek diamigratasi pergerakan sistem makhluk seperti alien maka manusia
tersebut dinamakan teleportasi star galxy bulan dimanakah ada cahaya dan
awalnya itu teleportasi itu kejadiannya sama dengan menyentuh batu meteor
tersebut meteoar adalah kalau kena sentuhan dikit maka efek kekuatan dalam batu
meteor itu akan mengabungkan dengan dengan kekuatan di dalam tubuh kita semakin
berkembang teleportasi galaxy bulan karna di indonesia sudah ada 7 orang sudah
jadi teleportasi .
10 fenomena Teleportasi Paling Mencengangkan
1.
Surat kabar The London Times dan Bristol Daily Post
memuat berita tentang Thomas B. Cumpston dan istrinya di edisi Desember 1873.
Mereka adalah pasangan kakek nenek dan merupakan warga terhormat di Leeds,
Inggris. Mereka tiba di Bristol pada tanggal 8 Desember dan menginap di Hotel
Victoria.Sekitar jam tiga atau empat pagi hari, mereka mendengar suara aneh di
sekitar kamarnya. Dalam seketika lantai kamar ‘terbuka’ dan menarik pasangan
Cumpston masuk ke dalamnya. Mereka berhasil kabur dengan cara melompat keluar
jendela.Tamu di kamar sebelah mengkonfirmasi bahwa mereka juga mendengar apa
yang Cumpston dengar, namun polisi tidak menemukan ada yang aneh di kamarnya.
Apakah ini hanya halusinasi belaka? Atau benarkah Cumpston hampir tersedot ke
suatu ‘lubang’ teleportasi? Apapun penjelasannya, peristiwa ini benar-benar terjadi.
2.
Tahun 1953, seorang guru di Wellington, Selandia
Baru, bernama H.F. North datang ke kantor polisi di London dan bersikeras kalau
dia ingin pulang. Dia tidak tahu apa yang sedang ia lakukan di London.Menurut
pengakuannya, North meninggalkan rumahnya suatu pagi untuk pergi ke sekolah
tempat ia mengajar. Sesaat kemudian, ia sudah berjalan di jalanan London,
Inggris. Psikiater di London menduga kalau North terkena amnesia, namun
ternyata dugaan mereka salah. North memang muncul begitu saja di London.
3.
Damodar Ketkar berasal dari Poona,
India. Ketkar mengalami fenomena teleportasi tepatnya pada tanggal 23 April
1928. Menurut surat yang ditulis oleh tutor pribadi berkebangsaan Inggris, Miss
H. Kohn, Ketkar tiba-tiba muncul di depannya dan berkata kepadanya “saya baru
saja datang dari Karjat!” (yang kira-kira 63 km jauhnya dari Poona)
4 4. Thomas bekerja di tempat pembuatan bir di kota Johannesburg, Afrika
Selatan. Di tahun 1956, dia berjalan keluar dari sebuah kedai minuman di
Johannesburg, lama kelamaan dia tersadar kalau dia sedang berjalan di daerah
yang tak dikenalnya, yaitu New York. Tak ada sedikitpun yang teringat bagaimana
dia bisa berada di New York. Lagipula bagaimana bisa Thomas memasuki Amerika
tanpa passport? Dia juga tidak mungkin dapat menumpang pesawat terbang ataupun
kapal tanpanya.
5.Peristiwa
misterius lainnya terjadi di Distrik Militer Belarus tahun 1982 Filsafat dan fisakawan besar pada abad pertama bernama
Apollonius dari Tyana juga tercatat pernah ber-teleportasi seketika ke Efesus
untuk merawat orang-orang yang terkena wabah. Saat itu banyak orang percaya
jika orang kudus akan diselamatkan dari bahaya, biasanya dengan bantuan
malaikat, dan akan dibawa dari satu tempat ke tempat lain dalam sekejap mata.
6.Pesawat MiG-21 lepas landas untuk memantau cuaca namun lalu menghilang dari
layar radar. Pencarian pesawat yang hilang tersebut tidak membuahkan hasil.
Anehnya, keesokan paginya pesawat tempur itu tiba-tiba telah aman mendarat di
landasan pacu lapangan terbang. Tidak ada yang dapat menjelaskan kejadian ini,
sang pilot sendiri pun berkata bahwa penerbangan hanya memakan waktu 12 menit.
7.Tahun 1999, seorang pria muda berkebangsaan Italia dibawa oleh polisi ke
rumah sakit jiwa di New York. Pria ini ditemukan di stasiun kereta bawah tanah
dan “meng-intimidasi” para penumpang dengan berbicara dalam bahasa asing.
Setelah investigasi lebih lanjut, ternyata pria ini sehat dan tidak gila, namun
sangat ketakutan. Dia mengatakan kalau beberapa menit sebelumnya, dia sedang
melihat refleksi wajahnya di Sungai Tiber, lalu tiba-tiba ada sinar terang yang
muncul dan setelah itu dia berada di stasiun kereta bawah tanah New York.
8. Kejadian ini terjadi pada awal bulan Mei tahun 1968. Dr. Gerardo Vidal dan
istrinya sedang mengendarai mobil di kota Chaskomus, Argentina, tiba-tiba
mereka hilang dalam sekejap. Teman dan saudaranya segera memulai proses
pencarian namun tidak ada hasil.Dua hari kemudian, Dr. Gerardo menelepon dari
Meksiko yang berjarak sekitar 6400 mil dari tempat dia terakhir mengendarai
mobil. Dr. Gerardo tidak dapat menjelaskan apa yang terjadi, tapi dia ingat
saat itu ada sinar terang yang menyilaukan matanya dan sekejap kemudian dia
sudah berada di tempat aneh yang dia tidak ketahui.
9.Setelah keluarga Pansini pindah rumah ke Ruvo, Italia di tahun 1901, mereka
mulai melihat fenomena yang tak pernah mereka lihat sebelumnya. Seperti
misalnya saat anaknya yang berumur 7 tahun, Alfredo Pansini tak sadarkan diri
dan berkata-kata dalam bahasa asing. Alfredo juga dilaporkan sering menghilang
secara tiba-tiba dan muncul di tempat atau kota-kota terdekat dengan muka
linglung. Fenomena ini berlangsung selama tiga tahun sampai tahun 1904. Adik
Alfredo bernama Paolo juga pernah menghilang dan ditemukan di atas kapal
nelayan yang sedang berada di laut bebas.
10. Gil Perez adalah seorang prajurit abad ke-16 yang ditugaskan untuk menjaga
sebuah istana di Manila, Filipina dimana sehari sebelumnya pemimpin Filipina
dibunuh oleh perompak Cina. Karena lelah, Perez bersandar di sebuah tembok
untuk beristirahat sebentar. Ketika dia membuka matanya, dia sudah berada di
sebuah tempat yang ia tidak pernah lihat sebelumnya. Bingung harus berbuat apa,
dia terus berdiri menjalankan tugasnya sampai ditegur oleh seseorang. Ternyata
Gil Perez berada di Meksiko.Saat interogasi berlangsung, Gil Perez bercerita
tentang dirinya dan tentang pembunuhan pemimpin Filipina. Ingat, saat itu tidak
ada telepon ataupun internet sehingga tidak ada cara bagi pemerintah Meksiko
untuk mengetahui kasus pembunuhan ini. Gil Perez pun lalu dipenjara. Dua bulan
kemudian, kapal dari Filipina berlabuh di Meksiko dan memberitakan tentang
pembunuhan ini. Mereka juga berkata bahwa mereka mengenal Gil Perez dan
terakhir melihatnya yaitu ketika Gil Perez sedang bertugas di istana Manila.
UJI COBA
TELEPORTASI SUKSES
Jika pernah menonton film Star Trek tentu
mengenal kata ini: Beam me up! Lalu hilanglah orang itu dan berpindah ke suatu
tempat. Itulah teknologi teleportasi yang masih menjadi impian sampai saat ini.
Tapi, laboratorium fisika Australian National University (ANU) baru-baru ini
sukses memindahkan sinar dari satu tempat ke tempat lain sejauh sekitar 1 m
dalam sekedipan mata saja. Menurut
pimpinan proyek Lam Ping Koy, ada kedekatan antara apa yang dicapai timnya
dengan berpindahnya orang dalam film fiksi-ilmiah Star Trek.Akan tetapi ia
menambahkan, masih jauh kemungkinan memindahkan makhluk hidup. "Pada
tataran teori, tidak ada yang menghalangi kami untuk melakukannya. Tapi
kompleksitasnya persoalan yang sangat besar membuat tak seorang pun yang memikirkan
hal itu untuk saat ini," katanya oada pada suatu konferensi
pers.Bagaimanapun, ia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan tidak jauh lagi untuk
bisa memindahkan benda padat dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
"Perkiraan saya ... dalam jangka waktu tiga sampai lima tahun ke depan
mungkin ada orang lain yang bisa melakukan teleportasi terhadap satu
atom," kata Dr. Lam yang sudah bergulat dengan persoalan teleportasi sejak
tahun 1997.Persoalan yang menyangkut teleportasi manusia adalah karena ada
triliunan atom pembentuk tubuh manusia yang harus dikumpulkan dan dianalisis
oleh sebuah mesin. "Untuk menganalisis satu atom saja kita belum
mampu," tambah Dr. Lam.Pintu bagi persoalan itu bisa dibuka jika
dikembangkan sistem komunikasi supercepat dan superaman, seperti komputer
kuantum. Para fisikawan percaya bahwa komputer kuantum bisa mengatasi kelemahan
komputer klasik dalam memecahkan persoalan jutaan kali lebih cepat.Teleportasi
menjadi salah satu topik terpanas dalam bidang fisika mekanika kuantum dalam
beberapa dekade belakangan. Itu semenjak lab IBM di Amerika memberikan dukungan
bagi upaya ini tahun 1993. Sejak itu, sekitar 40 lab di seluruh dunia mulai
melakukan uji coba pada bidang ini.Idenya adalah jika partikel kuantum seperti
elektron, ion, dan atom memiliki sifat-sifat yang sama, pada dasarnya semua
adalah sama. Maka, jika sifat-sifat partikel kuantum pembentuk sebuah objek
direproduksi di dalam grup partikel lain, akan terjadi duplikasi yang sama
persis dengan objek aslinya. Dengan begitu, hanya informasi tentang sifat-sifat
partikel yang diperlukan yang dikirim. Bukan partikelnya. Ketidakmampuan untuk
meneruskan informasi inilah yang masih menjadi batu sandungan.Para peneliti
dari lab ANU tadi mengeksploitasi satu fenomena apa yang disebut quantum entanglement
yang menghubungkan unsur dari dua photon cahaya yang tercipta bersamaan. Dengan
begitu, kedua unsur cahaya tadi bisa dibuat dan dikirim ke tempat yang berbeda.
"Kita telah mengumpulkan miliaran photons, menghancurkannya secara
bersamaan, lalu menciptakannya kembali di tempat lain," kata Dr.
Lam.Anggota tim, Warwick Bowen menyatakan bahwa teleportasi sinar laser pertama
yang berhasil dilakukan pada 23 Mei 2002. Beberapa uji selanjutnya menuai
kesusksesan yang sama dengan menggunakan transporter seukuran mobil
mungil."Ini semacam percobaan rumit yang tidak seorang pun tahu apakah
partikel yang di uji bekerja sebagaimana mestinya sampai kamu melakukannya ..
dan nyatanya sistem kami sangat bagus," katanya.Jika manusia sudah bisa
diteleportasi, maka musnahlah alat transportasi.
Artikel di atas diambil dari Intisari. Teleportasi adalah “memindahkan” obyek/materi dari satu tempat ke tempat lain. Wah …negara tetangga kita, Australia, udah bisa teleportasi. Gimana dengan Indonesia ? Tahu gak, sebenernya fenomena teleportasi di Indonesia itu udah ada, bahkan sebagian kecil masyarakat udah memanfaatkannya. Mungkin pernah denger, ada orang yang bisa pergi kemana aja hanya sekejap mata. Atau di beberapa kasus ditemukan benda di dalam tubuh, seperti paku, jarum, senjata tajam, batu, dll yang katanya “dikerjain” sama seseorang. Atau hal-hal “mistis” atau “gak masuk akal” lain yang berkenaan dengan pemindahan suatu benda dlm sekejap mata. Masyarakat Indonesia umumnya masih memandang hal tersebut itu aneh, mistis, gaib, gak masuk akal, pekerjaan jin, dsb. Coba deh, dipikirin lagi secara mendalam, bandingkan dengan hukum2x fisika, hal tsb akan dapat diterangkan secara ilmiah dan logis, walaupun masih dalam tataran hipotesis. Pada dasarnya fenomena2x yang dapat “ditangkap” oleh indera manusia tidak terlepas dari hukum fisika. Sekarang tergantung kita, apakah mau memikirkan fenomena2x yang terjadi di sekeliling kita. Masih banyak fenomena yang menunggu untuk kita pikirkan dan diterapkan menjadi sebuah teknologi.
Artikel di atas diambil dari Intisari. Teleportasi adalah “memindahkan” obyek/materi dari satu tempat ke tempat lain. Wah …negara tetangga kita, Australia, udah bisa teleportasi. Gimana dengan Indonesia ? Tahu gak, sebenernya fenomena teleportasi di Indonesia itu udah ada, bahkan sebagian kecil masyarakat udah memanfaatkannya. Mungkin pernah denger, ada orang yang bisa pergi kemana aja hanya sekejap mata. Atau di beberapa kasus ditemukan benda di dalam tubuh, seperti paku, jarum, senjata tajam, batu, dll yang katanya “dikerjain” sama seseorang. Atau hal-hal “mistis” atau “gak masuk akal” lain yang berkenaan dengan pemindahan suatu benda dlm sekejap mata. Masyarakat Indonesia umumnya masih memandang hal tersebut itu aneh, mistis, gaib, gak masuk akal, pekerjaan jin, dsb. Coba deh, dipikirin lagi secara mendalam, bandingkan dengan hukum2x fisika, hal tsb akan dapat diterangkan secara ilmiah dan logis, walaupun masih dalam tataran hipotesis. Pada dasarnya fenomena2x yang dapat “ditangkap” oleh indera manusia tidak terlepas dari hukum fisika. Sekarang tergantung kita, apakah mau memikirkan fenomena2x yang terjadi di sekeliling kita. Masih banyak fenomena yang menunggu untuk kita pikirkan dan diterapkan menjadi sebuah teknologi.
Teleportasi, Alternatif Transportasi Masa Depan
Manusia senantiasa berusaha mengembangkan sistem transportasi yang mempermudahkannya untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dengan kemajuan teknologi terciptalah berbagai alat transportasi. Seiring dengan meningkatnya tingkat perekonomian, mobil dan motor merupakan pemandangan biasa di berbagai daerah. Tak terelakkan lagi kemacetan merupakan hal biasa yang dijumpai di kota-kota besar. Meningkatnya polusi menjadi efek samping dari penggunaan kendaraan bermotor dalam skala besar. Situasi macet memang tidak mengenakkan, sungguh tidak nyaman terjebak di dalamnya. Transportasi yang mudah, cepat dan bebas macet menjadi dambaan saat ini. Apa yang anda bayangkan bila anda bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam hitungan detik? Bukan menggunakan sulap, sihir atau ilmu gaib. Anda bisa berpindah semudah anda naik lift dan segera sampai ke tempat tujuan. Gambaran peristiwa seperti itu dapat dijumpai dalam film fiksi Star Trek, tokoh-tokohnya berpindah tempat dengan masuk pada sebuah ruang, dan keluar pada ruang serupa di tempat lain. Teleportasi adalah sebuah istilah yang berkaitan dengan pemindahan materi dari satu titik ke titik yang lain tanpa mengubah jarak antara mereka (wikipedia). Kata teleportasi pertama kali digunakan oleh Charles Fort, seorang penulis Amerika, pada pada tahun 1931 dalam bukunya berjudul "Lo!" untuk menggambarkan keanehan ketidaknampakan dan penampakan anomali yang bisa jadi berhubungan. Teleportasi adalah gabungan dari kata tele (bahasa Yunani) yang berarti jauh dan portare (bahasa Latin) yang berarti membawa. Teleportasi melibatkan dematerialisasi suatu objek, dan mengirimkannya dalam bentuk detail susunan atom-atom ke lokasi lain yang menjadi tujuan. Hal ini berarti waktu dan ruang dapat dieliminasi dari suatu perjalanan, sehingga kita dapat dipindahkan ke lokasi mana saja secara instan, tanpa melintasi jarak secara fisik (sciencebiotech). Secara sederhana, teleportasi dilakukan dengan mengubah partikel menjadi gelombang, mengirimkannya ke tempat tujuan, dan mengubah gelombang menjadi partikel kembali di tempat penerimaan. Profesor Akira Furusawa di Tokyo pada April 2011 berhasil melakukan uji coba pertama di dunia yang meneleportasikan informasi kuantum kompleks (suara merdeka) sebagai kelanjutan percobaan-percobaan sebelumnya. Percobaan teleportasi yang telah berhasil dilakukan adalah teleportasi foton pada tahun 1998 oleh fisikawan Institut Teknologi California (Caltech), teleportasi sinar laser oleh peneliti Universitas Nasional Australia (ANU)pada tahun 2002 dan Dr Eugene Polzik dkk dari Niels Bohr Institute Copenhagen tanggal 4 Oktober 2006. Manusia merupakan sistem yang kompleks jika dibandingkan dengan materi fisis dan makhluk hidup lain. Manusia tidak sekedar memiliki tubuh, tetapi juga memiliki jiwa dan roh. Meski demikian, secara teori sangat dimungkinkan untuk mengirimkan manusia melalui teleportasi, terlepas dari berbagai pendapat yang pro dan kontra. Saat ini teknologi pendukung belum dapat dikembangkan, tapi di masa depan teknologi ini menjanjikan sebuah solusi untuk mengatasi masalah transportasi. Impian di masa lalu dan masa kini adalah keniscayaan di masa depan. Teleportasi adalah impian alternatif transportasi masa depan yang bebas polusi dan bebas macet.
Perjalanan
Antariksa Masa Depan Menggunakan Teleportasi, Mungkinkah?
Info Astronomy - Abad 21 kemungkinan akan jadi gerbang
penemuan teknologi-teknologi yang mencengangkan. Ketika kapasitas komputer
telah membesar, kecepatan pengiriman sinyal informasi meninggi, dan cetak biru
manusia telah terpetakan, teleportasi pun tak menjadi sesuatu yang mustahil.Akan
tetapi tunggu dulu, sebelumnya apa yang dimaksud dengan teleportasi itu
sendiri? Bagi sebagian besar kita, 'benda' yang satu ini memang pasti belum
familiar. Maklum, selain perancangannya belum final, rangkaian peralatannya
hanya ada di laboratorium khusus yang biasa digunakan untuk menguji
masalah-masalah fisika kuantum di sebuah universitas di Amerika, yakni di
Universitas Innsbruck.Sesuai dengan susunan suku-katanya, benda yang
satu ini memang tak lain dari sebuah konsep moda transportasi jarak jauh. Akan
tetapi berbeda dengan moda transportasi jarak jauh konvensional seperti jet
komersial long-haul Boeing 747, Airbus A340, atau B777 sekalipun; ajaibnya moda
transportasi ini tak bermedium. Lalu?Kedengarannya memang mengada-ada:
dia tak perlu lagi medium karena benda atau orang yang diantarnya akan lebih
dulu dilebur hingga tingkat atomik/kuanta untuk kemudian 'dikirim' lewat sinyal
elektromagnetik, dan segera dibentuk kembali sesuai ujud semula berikut
sifat-sifat aslinya di tempat tujuan dengan teknik yang tak kalah canggih.Itulah
sebabnya, jangan kaget bila peralatan ini bisa mengantar muatannya dalam waktu
yang begitu singkat. Kabarnya, untuk jarak hingga 40.000 kilometer, dia bisa
menuntaskannya hanya dalam beberapa detik!Sama sekali tak ada yang
menyalahkan jika untuk sementara ini Anda mungkin hanya tersenyum tak percaya
karena gambarannya yang begitu absurd. Namun yang jelas di Innsbruck, moda
transportasi yang sarat peralatan canggih dan sepenuhnya tergantung fenomena
alam ini masih terus-menerus disempurnakan enam ilmuwan pilihan yang direkrut
dari sejumlah institusi yang juga pilihan.Sebaliknya, mereka nampak
begitu optimis karena semua prinsip teknologi yang akan digunakan untuk
membangun moda transportasi ajaib ini telah berhasil ditemukan.Diantaranya
adalah: komputer kapasitas tinggi yang paling tidak telah sanggup merekam
seluruh detail tiga dimensi tubuh manusia (seluruhnya mencakup 10 Gigabytes
atau setara dengan 10 CD ROM); teknik pemecahan sandi (enkriptografi);
peralatan NMR (nuclear magnetic resonance) dan ESR (electron spin resonance)
yang bisa digunakan untuk memindai sebagian besar atom atau nukleus dari tubuh
manusia; transmiter via satelit yang sanggup mengirim ribuan Gigabytes data
hingga ke tempat terpencil seperti yang kini bisa kita saksikan dalam teknologi
internet; dan lebih spesifik lagi berkat jasa Albert Einstein-Boris
Podolsky-Nathan Rosen pada tahun 1930-an dunia telah berhasil mengetahui jeroan
setiap zat atau benda lewat teori mekanika kuantum.Teori ini menjelaskan
perilaku unit-unit zat yang paling kecil, yakni kuantum energi berikut
partikel-partikel sub-atomnya seperti elektron, proton, dan quark. Pemahaman
atas perilaku partikel-partikel yang sangat kecil ini serta-merta membuka
cakrawala pandang baru ke dalam hukum-hukum fisika atom.Keenam ilmuwan
yang tengah mempertaruhkan reputasinya itu, adalah Charles Bennett dari Pusat
Riset IBM, New York; Gilles Brassard dari Universitas Montreal; Claude Crepeau
dari Laboratorium Informatika de l'Ecole Normale Superieure, Paris; Richard
Jozsa dari Universitas Montreal; Asher Peres dari Institut Teknologi Haifa,
Israel; dan William K. Wootters dari Williams College, Massachusetts.Begitu
pun, ditengah segala kesan kecanggihannya, ide perancangan sang teleportasi
ternyata luar biasa sederhana. Seperti diungkap Samuel L. Braunstein dalam
situs schmuel @tangelo.phys. unm.edu, idenya hanya berangkat dari peralatan
kantor yang begitu sederhana yakni mesin faksimili dan peralatan transporter
dari sekuel fiksi-ilmiah Star Trek.
StarTrek
Jika Anda penggemar serial TV Star Trek , untuk memahami cara kerja atau kegunaan dari teleportasi tentunya memang akan lebih mudah. Dalam serial karya Gene Roddenberry yang dibangun dengan seting peradaban manusia pada abad 23 tersebut, peralatan ini biasa digunakan para awak starship (kapal bintang) untuk berpindah tempat dari kapal mereka ke tempat-tempat terpencil atau ke sesama kapal bintang. Jarak yang direngkuh biasanya mencapai puluhanribu kilometer.Cara kerjanya memang amat futuristik. Orang atau benda yang akan dipindah sebelumnya diurai dahulu hingga ketingkat kuanta. Selanjutnya dengan transmiter khusus, kuanta-kuanta ini dikirim dengan kecepatan cahaya menuju sebuah tempat yang posisi koordinatnya telah direkam. Di tempat inilah orang atau benda yang dikirim tadi disusun kembali sesuai ujud dan sifat semula. Seluruhnya dikendalikan dari mesin transporter di tempat pengiriman.Alkisah, peralatan tersebut adalah hasil karya ahli teknik Montgomery Scott, awak kapal ruang angkasa USS Enterprise NCC 1701D. Scott berhasil menuntaskannya pada tahun 2369. Peralatan ini bisa memindahkan benda apapun selama dalam perjalanannya tidak menghadapi perisai medan elektromagnetik. Dalam sekuel Star Trek yang lebih moderen, Lieutenant Commander Data, melengkapinya dengan teleporter portabel yang dikenal sebagai Pattern Enhancer.Namun kini pertanyaannya: akankah alat seperti ini bisa jadi kenyataan? Untuk saat ini memang belum ada seorangpun yang bisa memastikan. Namun dengan terkuaknya satu per satu fenomena alam dengan segala kekuatannya, adanya revolusi di bidang rekayasa bioteknologi, teknik informatika, serta kian dipahaminya prinsip-prinsip mekanika kuantum, paling tidak telah menekan derajat 'kemustahilannya'.Bagi para ilmuwan sendiri, selama seluruh prinsip pembangunnya logis dan ilmiah, tak ada sesuatu yang tak mungkin. Toh, teknologi laser dan ponsel mungil yang sama-sama dikenalkan dalam serial ini, tanpa diduga kini telah menjadi 'sesuatu' yang biasa-biasa saja.
Jika Anda penggemar serial TV Star Trek , untuk memahami cara kerja atau kegunaan dari teleportasi tentunya memang akan lebih mudah. Dalam serial karya Gene Roddenberry yang dibangun dengan seting peradaban manusia pada abad 23 tersebut, peralatan ini biasa digunakan para awak starship (kapal bintang) untuk berpindah tempat dari kapal mereka ke tempat-tempat terpencil atau ke sesama kapal bintang. Jarak yang direngkuh biasanya mencapai puluhanribu kilometer.Cara kerjanya memang amat futuristik. Orang atau benda yang akan dipindah sebelumnya diurai dahulu hingga ketingkat kuanta. Selanjutnya dengan transmiter khusus, kuanta-kuanta ini dikirim dengan kecepatan cahaya menuju sebuah tempat yang posisi koordinatnya telah direkam. Di tempat inilah orang atau benda yang dikirim tadi disusun kembali sesuai ujud dan sifat semula. Seluruhnya dikendalikan dari mesin transporter di tempat pengiriman.Alkisah, peralatan tersebut adalah hasil karya ahli teknik Montgomery Scott, awak kapal ruang angkasa USS Enterprise NCC 1701D. Scott berhasil menuntaskannya pada tahun 2369. Peralatan ini bisa memindahkan benda apapun selama dalam perjalanannya tidak menghadapi perisai medan elektromagnetik. Dalam sekuel Star Trek yang lebih moderen, Lieutenant Commander Data, melengkapinya dengan teleporter portabel yang dikenal sebagai Pattern Enhancer.Namun kini pertanyaannya: akankah alat seperti ini bisa jadi kenyataan? Untuk saat ini memang belum ada seorangpun yang bisa memastikan. Namun dengan terkuaknya satu per satu fenomena alam dengan segala kekuatannya, adanya revolusi di bidang rekayasa bioteknologi, teknik informatika, serta kian dipahaminya prinsip-prinsip mekanika kuantum, paling tidak telah menekan derajat 'kemustahilannya'.Bagi para ilmuwan sendiri, selama seluruh prinsip pembangunnya logis dan ilmiah, tak ada sesuatu yang tak mungkin. Toh, teknologi laser dan ponsel mungil yang sama-sama dikenalkan dalam serial ini, tanpa diduga kini telah menjadi 'sesuatu' yang biasa-biasa saja.
Teknologi Teleportasi Di Jaman Nabi Sulaiman
Catatan sejarah mengenai pertemuan antara Nabi Sulaiman
dengan Ratu Saba’ menjadi jelas dengan penelitian yang dilakukan negeri tua
Saba’ di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan ter-hadap reruntuhan
mengungkapkan bahwa seorang “ratu” pernah hidup di kawasan ini antara tahun
1000-950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Nabi Sulaiman
mencoba menunjukkan kekuatan kepada Ratu Kerajaan Saba’ ini. Beliau meminta
salah seorang asistennya untuk membawa singgasana Ratu Balqis dari Kerajaan
Saba’ di Yaman ke Palestina, sebelum pemiliknya tiba.Berkatalah
seseorang yang mempunyai ilmu Al-Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu
kepadamu sebelum matamu berkedip”. (QS An-Naml [27]:40.
Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam QS. An-Naml [27] ayat 38-44. Dari kitab Tafsir Rahmat oleh H Oemar Bakry halaman 741, menerangkan ayat 38 s/d 44 dalam empat pokok bahasan. Marilah kita kutip dua dari empat pokok bahasan tersebut. Pertama: Ayat-ayat ini melanjutkan kisah Nabi Sulaiman dengan Ratu Bulqis. Setelah Sulaiman menolak hadiah yang disampaikan Balqis, ia menyuruh utusan itu pulang kembali dean memberikan peringatan akan menyerang Kerajaan Balqis. Sulaiman telah memberi contoh bahwa upeti (hadiah) lebih baik tidak diterima. Upeti (hadiah) sering tidak jujur tujuannya. Ada udang di balik batu. Demikianlah suatu iktibar bahwa upeti (hadiah) itu menutupi keadilan dan kebenaran. Kedua: Sulaiman yakin sang Ratu akan datang menghadap. Sebelum ia datang Sulaiman meminta agar singgasana sang Ratu dipindahkan ke istananya. Ada seseorang dengan rahmat Allah, sanggup memindahkan singgasana itu dalam sekejap mata. Itu adalah mukjizat yang harus kita percayai. Lebih dari itu Allah sanggup menciptakan.Menurut (Tauhid Nur Azhar & Eman Sulaiman, dalam bukunya Ajaib Bin Aneh: 52), pemindahan tahta Ratu Balqis dari Yaman ke Palestina yang berjarak sekitar 1500 mil ini dapat disebut quantum teleportation, yaitu proses pemindahan suatu benda dengan memanfaatkan keacakan tempat tanpa terkena jarak. Bagaimana hal ini terjadi?Menurut Albert Einstein, kecepatan tertinggi dalam dunia relatif adalah kecepatan cahaya yang berjarak tempuh 299,792,458 meter/detik. Seandainya semua partikel dapat diubah menjadi kecepatan cahaya, kecepatan tempuhnya pun akan menyamai kecepatan cahaya.Permasalahannya, apakah seseorang itu bisa mengubah karakter dirinya menjadi karakter menyerupai cahaya? Rupa-rupanya asisten Nabi Sulaiman ini memiliki kemampuan untuk mentransformasi karakter partikel singgasana Ratu Balqis.Ada dua cara yang mungkin ia lakukan-sebetulnya masih menjadi hipotesis para ahli fisika. Pertama, dipapari medan magnet yang sangat kuat sehingga semua partikel singgasana tersebut berubah karakter. Contoh konkretnya terlihat dalam proses fusi nuklir dan cahaya matahari. Di dalamnya terdapat reaksi fusi yang melibatkan energi sangat kuat. Prinsip ini digunakan dalam teori quantum teleportation di film Star Trek. Mr. Spock (partikel-partikel selnya) diubah, dibuat berputar lebih cepat, didekoding dan ditransfer ke tempat tujuan. Sesampai di sana, ia di-encoding sehingga bisa utuh kembali. Hal yang sulit dilakukan adalah bagaimana proses meng-encoding dan menyadikan tersebut dilakukan, sehingga tidak terjadi perubahan struktur pada benda yang dikirimnya. Itulah kelebihan teknologi pada zaman Nabi Sulaiman.Cara kedua, asisten Nabi Sulaiman ini mampu memasuki sebuah dimensi di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi pembatas. Mungkin, inilah yang dinamakan dimensi malaikat. Dengan cara ini, suatu benda bisa berpindah dan dipindahkan tanpa terhalang jarak dan waktu. Agar bisa memasuki dimensi ini, boleh jadi ada kata kunci atau password untuk membukannya. Password ini sampai sekarang belum kita temukan. Namun, kita tak berasumsi bahwa gerbang dimensi itu ada pada persepsi. Artinya, keyakinan atau persepsi, kita menyebutnya kualitas keimanan, bisa membawa seseorang, memasuki dimensi yang tidak terkait oleh jarak dan waktu. Wallaahu a’lam.Sebagai catatan. Pada tahun 1993, ide tentang teleportasi berpindah dari ranah fiksi ilmiah ke dalam dunia nyata. Ini terjadi ketika fisikawan Charles bennet dan tim peneliti dari IBM mengkonfirmasikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin, tapi hanya jika objek asli yang dipindahkan di hancurkan. Pencerahan ini pertama di singgung oleh Bennet pada saat annual meeting American Physical Society (APS) pada Maret 1993, diikuti dengan tulisannya tentang Physical review letters pada tanggal 29 Maret 1993. Sejak saat itu, eksperimen menggunakan photons telah membuktikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin.Pada tahun 1998, ahli fisika di California Institute of technology (Caltech), bersama dengan tim dari eropa, mengubah ide IBM menjadi kenyataan dengan sukses men-teleportasikan photon, partikel energi yang dalam cahaya. Grup Caltech berhasil membaca struktur atom dari photon, mengirimkan informasi ini melewati 3,28 kaki (kira-kira 1 meter) kabel koaksial dan menciptakan replikanya. Sesuai perkiraan, photon asli tidak lagi eksis setelah replica di buat.Eksperimetn selanjutnya, tim Caltech berhasil mengatasi prinsip ketidakpastian Heisenberg, rintangan terbesar dalam teleportasi objek yang lebih besar dari photon. Prinsip ini mengatakan bahwa anda tidak dapat mengetahui lokasi dan kecepatan partikel secara bersama-sama. Tapi jika anda tidak dapat mengetahui posisi suatu partikel, lalu bagaimana anda men-teleportasikannya? Untuk men-teleportasikan photon tanpa melanggar prinsip Heisenberg, ahli fisika Caltech menggunakan sebuah fenomena yang di sebut Entanglement.Teleportasi adalah proses untuk menguraikan sebuah objek menjadi atom dan menyusunnya kembali di tempat lain. Pada Juni 2002 lalu, seorang ahli fisika Australia, Ping Koy Lam, melakukan teleportasi sinar leser. Sinar leser yang terdiri atas miliyaran foton, oleh Lam diukur kecepatan pertikel, bentuk, dan polarisasinya, untuk kemudian dibentuk ulang menggunakansekumpulan foton di tempat lain. Lam meramalkan bahwa lima tahun ke depan, seseorang bisa melakukan teleportasi atom atau molekul. Lalu, bagaimana dengan teleportasi manusia? Cerita akan lain. Pasalnya, tubuh manusia terdiri tas 10 pangkat 28 molekul atom atau lebih dari satu triliun atom, sehingga sangat sulit diuraikan untuk kemudian di susun kembali di tempat lain,walaupun hal ini bisa saja terjadi.
Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam QS. An-Naml [27] ayat 38-44. Dari kitab Tafsir Rahmat oleh H Oemar Bakry halaman 741, menerangkan ayat 38 s/d 44 dalam empat pokok bahasan. Marilah kita kutip dua dari empat pokok bahasan tersebut. Pertama: Ayat-ayat ini melanjutkan kisah Nabi Sulaiman dengan Ratu Bulqis. Setelah Sulaiman menolak hadiah yang disampaikan Balqis, ia menyuruh utusan itu pulang kembali dean memberikan peringatan akan menyerang Kerajaan Balqis. Sulaiman telah memberi contoh bahwa upeti (hadiah) lebih baik tidak diterima. Upeti (hadiah) sering tidak jujur tujuannya. Ada udang di balik batu. Demikianlah suatu iktibar bahwa upeti (hadiah) itu menutupi keadilan dan kebenaran. Kedua: Sulaiman yakin sang Ratu akan datang menghadap. Sebelum ia datang Sulaiman meminta agar singgasana sang Ratu dipindahkan ke istananya. Ada seseorang dengan rahmat Allah, sanggup memindahkan singgasana itu dalam sekejap mata. Itu adalah mukjizat yang harus kita percayai. Lebih dari itu Allah sanggup menciptakan.Menurut (Tauhid Nur Azhar & Eman Sulaiman, dalam bukunya Ajaib Bin Aneh: 52), pemindahan tahta Ratu Balqis dari Yaman ke Palestina yang berjarak sekitar 1500 mil ini dapat disebut quantum teleportation, yaitu proses pemindahan suatu benda dengan memanfaatkan keacakan tempat tanpa terkena jarak. Bagaimana hal ini terjadi?Menurut Albert Einstein, kecepatan tertinggi dalam dunia relatif adalah kecepatan cahaya yang berjarak tempuh 299,792,458 meter/detik. Seandainya semua partikel dapat diubah menjadi kecepatan cahaya, kecepatan tempuhnya pun akan menyamai kecepatan cahaya.Permasalahannya, apakah seseorang itu bisa mengubah karakter dirinya menjadi karakter menyerupai cahaya? Rupa-rupanya asisten Nabi Sulaiman ini memiliki kemampuan untuk mentransformasi karakter partikel singgasana Ratu Balqis.Ada dua cara yang mungkin ia lakukan-sebetulnya masih menjadi hipotesis para ahli fisika. Pertama, dipapari medan magnet yang sangat kuat sehingga semua partikel singgasana tersebut berubah karakter. Contoh konkretnya terlihat dalam proses fusi nuklir dan cahaya matahari. Di dalamnya terdapat reaksi fusi yang melibatkan energi sangat kuat. Prinsip ini digunakan dalam teori quantum teleportation di film Star Trek. Mr. Spock (partikel-partikel selnya) diubah, dibuat berputar lebih cepat, didekoding dan ditransfer ke tempat tujuan. Sesampai di sana, ia di-encoding sehingga bisa utuh kembali. Hal yang sulit dilakukan adalah bagaimana proses meng-encoding dan menyadikan tersebut dilakukan, sehingga tidak terjadi perubahan struktur pada benda yang dikirimnya. Itulah kelebihan teknologi pada zaman Nabi Sulaiman.Cara kedua, asisten Nabi Sulaiman ini mampu memasuki sebuah dimensi di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi pembatas. Mungkin, inilah yang dinamakan dimensi malaikat. Dengan cara ini, suatu benda bisa berpindah dan dipindahkan tanpa terhalang jarak dan waktu. Agar bisa memasuki dimensi ini, boleh jadi ada kata kunci atau password untuk membukannya. Password ini sampai sekarang belum kita temukan. Namun, kita tak berasumsi bahwa gerbang dimensi itu ada pada persepsi. Artinya, keyakinan atau persepsi, kita menyebutnya kualitas keimanan, bisa membawa seseorang, memasuki dimensi yang tidak terkait oleh jarak dan waktu. Wallaahu a’lam.Sebagai catatan. Pada tahun 1993, ide tentang teleportasi berpindah dari ranah fiksi ilmiah ke dalam dunia nyata. Ini terjadi ketika fisikawan Charles bennet dan tim peneliti dari IBM mengkonfirmasikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin, tapi hanya jika objek asli yang dipindahkan di hancurkan. Pencerahan ini pertama di singgung oleh Bennet pada saat annual meeting American Physical Society (APS) pada Maret 1993, diikuti dengan tulisannya tentang Physical review letters pada tanggal 29 Maret 1993. Sejak saat itu, eksperimen menggunakan photons telah membuktikan bahwa teleportasi kuantum adalah mungkin.Pada tahun 1998, ahli fisika di California Institute of technology (Caltech), bersama dengan tim dari eropa, mengubah ide IBM menjadi kenyataan dengan sukses men-teleportasikan photon, partikel energi yang dalam cahaya. Grup Caltech berhasil membaca struktur atom dari photon, mengirimkan informasi ini melewati 3,28 kaki (kira-kira 1 meter) kabel koaksial dan menciptakan replikanya. Sesuai perkiraan, photon asli tidak lagi eksis setelah replica di buat.Eksperimetn selanjutnya, tim Caltech berhasil mengatasi prinsip ketidakpastian Heisenberg, rintangan terbesar dalam teleportasi objek yang lebih besar dari photon. Prinsip ini mengatakan bahwa anda tidak dapat mengetahui lokasi dan kecepatan partikel secara bersama-sama. Tapi jika anda tidak dapat mengetahui posisi suatu partikel, lalu bagaimana anda men-teleportasikannya? Untuk men-teleportasikan photon tanpa melanggar prinsip Heisenberg, ahli fisika Caltech menggunakan sebuah fenomena yang di sebut Entanglement.Teleportasi adalah proses untuk menguraikan sebuah objek menjadi atom dan menyusunnya kembali di tempat lain. Pada Juni 2002 lalu, seorang ahli fisika Australia, Ping Koy Lam, melakukan teleportasi sinar leser. Sinar leser yang terdiri atas miliyaran foton, oleh Lam diukur kecepatan pertikel, bentuk, dan polarisasinya, untuk kemudian dibentuk ulang menggunakansekumpulan foton di tempat lain. Lam meramalkan bahwa lima tahun ke depan, seseorang bisa melakukan teleportasi atom atau molekul. Lalu, bagaimana dengan teleportasi manusia? Cerita akan lain. Pasalnya, tubuh manusia terdiri tas 10 pangkat 28 molekul atom atau lebih dari satu triliun atom, sehingga sangat sulit diuraikan untuk kemudian di susun kembali di tempat lain,walaupun hal ini bisa saja terjadi.
Sumber :
